Pages

Tampilkan postingan dengan label liputan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liputan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 September 2013

kh maimun zubair pengasuh pp al anwar sarang rembang

Riwayat Hidup dan Keluarga

Dilahirkan di Karang Mangu Sarang hari Kamis Legi bulan Sya'ban tahun 1347 H atau 1348H atau 28 Oktober 1928. Beliau adalah putra pertama dari Kyai Zubair. Dan siapapun zaman itu tidaklah menyangsikan, bahwa ayahnda Kyai Maimoen, Kyai Zubair, adalah murid pilihan dari Syaikh Sa’id Al-Yamani serta Syaikh Hasan Al-Yamani Al- Makky. Dua ulama yang kesohor pada saat itu. Seorang Kyai yang tersohor karena kesederhanaan dan sifatnya yang merakyat. Ibundanya adalah putri dari Kyai Ahmad bin Syu’aib, ulama yang kharismatis yang teguh memegang pendirian. Pada umur 25 tahun, beliau menikah dan selanjutnya menjadi kepala pasar Sarang selama 10 tahun.
Mbah Moen, begitu orang biasa memanggilnya, adalah insan yang lahir dari gesekan permata dan intan. Dari ayahnya, beliau meneladani ketegasan dan keteguhan, sementara dari kakeknya beliau meneladani rasa kasih sayang dan kedermawanan. Kasih sayang terkadang merontokkan ketegasan, rendah hati seringkali berseberangan dengan ketegasan. Namun dalam pribadi Mbah Moen, semua itu tersinergi secara padan dan seimbang.
Kerasnya kehidupan pesisir tidak membuat sikapnya ikut mengeras. Beliau adalah gambaran sempurna dari pribadi yang santun dan matang. Semua itu bukanlah kebetulan, sebab sejak dini beliau yang hidup dalam tradisi pesantren diasuh langsung oleh ayah dan kakeknya sendiri. Beliau membuktikan bahwa ilmu tidak harus menyulap pemiliknya menjadi tinggi hati ataupun ekslusif dibanding yang lainnya.
Kesehariannya adalah aktualisasi dari semua itu. Walau banyak dikenal dan mengenal erat tokoh-tokoh nasional, tapi itu tidak menjadikannya tercerabut dari basis tradisinya semula. Sementara walau sering kali menjadi peraduan bagi keluh kesah masyarakat, tapi semua itu tetap tidak menghalanginya untuk menyelami dunia luar, tepatnya yang tidak berhubungan dengan kebiasaan di pesantren sekalipun.

Pendidikan

Kematangan ilmunya tidak ada satupun yang meragukan. Sebab sedari balita ia sudah dibesarkan dengan ilmu-ilmu agama. Sebelum menginjak remaja, beliau diasuh langsung oleh ayahnya untuk menghafal dan memahami ilmu Shorof, Nahwu, Fiqih, Manthiq, Balaghah dan bermacam Ilmu Syara’ yang lain.
Kecemerlangan demi kecermelangan tidak heran menghiasi langkahnya menuju dewasa. Pada usia yang masih muda, kira-kira 17 tahun, Beliau sudah hafal diluar kepala kiab-kitab nadzam, diantaranya Al-Jurumiyyah, Imrithi, Alfiyyah Ibnu Malik, Matan Jauharotut Tauhid, Sullamul Munauroq serta Rohabiyyah fil Faroidl. Seiring pula dengan kepiawaiannya melahap kitab-kitab fiqh madzhab Asy-Syafi’I, semisal Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Fathul Wahhab dan lain sebagainya.

Silsilah Keilmuan

Pendidikan Awal di Lirboyo

Pada tahun kemerdekaan, Beliau memulai pengembaraannya guna ngangsu kaweruh ke Pondok Lirboyo Kediri, dibawah bimbingan KH. Abdul Karim yang terkenal dengan Mbah Manaf. Selain kepada Mbah Manaf, Beliau juga menimba ilmu agama dari KH. Mahrus Ali juga KH. Marzuqi. Di pondok Lirboyo, pribadi yang sudah cemerlang ini masih diasah pula selama kurang lebih lima tahun. Waktu yang melelahkan bagi orang kebanyakan, tapi tentu masih belum cukup untuk menegak habis ilmu pengetahuan.

Menuntut Ilmu di Mekah

Tanpa kenal batas, beliau tetap menceburkan dirinya dalam samudra ilmu-ilmu agama. Sampai pada akhirnya, saat menginjak usia 21 tahun, beliau menuruti panggilan jiwanya untuk mengembara ke Makkah Al-Mukarromah. Perjalanan ini diiringi oleh kakeknya sendiri, yakni KH. Ahmad bin Syu’aib. Tidak hanya satu, semua mata air ilmu agama dihampirinya. Beliau menerima ilmu dari sekian banyak orang ternama dibidangnya, antara lain:
dan masih banyak lagi.

Menuntut Ilmu di Ulama Besar Jawa

Dua tahun lebih Beliau menetap di Makkah Al- Mukarromah. Sekembalinya dari Tanah suci, Beliau masih melanjutkan semangatnya untuk “ngangsu kaweruh” yang tak pernah surut. Walau sudah dari Arab, beliau masih meluangkan waktu untuk memperkaya pengetahuannya dengan belajar kepada Ulama-ulama’ besar tanah Jawa saat itu. Diantara yang bisa disebut namanya adalah:

Penerus Beliau

Murid

Keturunan

Putra putra beliau antara lain:
  • KH Abdullah Ubab
  • KH Gus Najih
  • KH Majid Kamil
  • Gus Abd. Ghofur
  • Gus Abd. Rouf
  • Gus M. Wafi
  • Gus Yasin
  • Gus Idror
dan dua putri, yaitu:
  • Sobihah (mustofa aqil)
  • Rodhiyah (Gus Anam)

Jasa dan Karya Beliau

Pesantren Al Anwar, Sarang

Pada tahun 1965 beliau mengabdikan diri untuk berkhidmat pada ilmu-ilmu agama. Hal itu diiringi dengan berdirinya Pondok Pesantren yang berada disisi kediaman Beliau. Pesantren yang sekarang dikenal dengan nama Al-Anwar. Satu dari sekian pesantren yang ada di Sarang.
Keharuman nama dan kebesaran Beliau sudah tidak bisa dibatasi lagi dengan peta geografis. Banyak sudah ulama-ulama dan santri yang berhasil “jadi orang” karena ikut di-gulo wentah dalam pesantren Beliau. Sudah terbukti bahwa ilmu-ilmu yang Belaiu miliki tidak cuma membesarkan jiwa Beliau secara pribadi, tapi juga membesarkan setiap santri yang bersungguh-sungguh mengecap tetesan ilmu dari Beliau.
Kemudian sekitar tahun 2008 beliau kembali mengibarkan sayapnya dengan mendirikan Pondok Pesantren Al-Anwar 2 di Gondan Sarang Rembang, yang kemudian oleh beliau dipasrahkan pengasuhannya kepada putranya KH. Ubab Maimun
PP Al-Anwar yang berada di kampung Karangmangu Sarang Rembang Jawa Tengah didirikan oleh KH. Maimun Zubair pada tahun 1967. Pondok ini pada mulanya adalah sebuah kelompok pengajian yang dirintis oleh KH. Ahmad Syuaib dan KH. Zubair Dahlan. Kelompok pengajian tersebut pada awalnya dilaksanakan di mushalla. Pada perkembangan selanjutnya kedua perintis tersebut mendirikan tiga komplek bangunan, yaitu komplek A, B dan C.
Komplek B dikembangkan oleh KH. Abdul Rochim Ahmad menjadi PP Ma’hadul Ulumis Syar’iyah. Sedang komplek A dikembangkan menjadi PP Al-Anwar oleh KH. Maimun Zubair, putra KH. Zubair Dahlan. Latar belakang pendirian pondok di samping untuk melanjutkan kegiatan pengajian, juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar yang umumnya berpenghasilan rendah sebagai nelayan.
Perkembangan jumlah santri PP. Al-Anwar yang cukup pesat, menuntut adanya pembangunan di bidang fisik. Pada tahun 1971 musholla direnovasi dengan menambahkan bangunan diatasnya yang kemudian disebut dengan Khos Darussalam, juga dibangun sebuah kantor yang berada sebelah Selatan ndalem syaikhina. Seiring dengan bertambahnya santri maka pembangunan secara fisik pun terus dilakukan. Tercatat pada tahun 1973 dibangun Khos Darunna’im, tahun 1975 Khos Nurul Huda, tahun 1980 Khos AF, dan masih banyak lagi pembangunan fisik yang yang lain. terakhir dibangunnya gedung serbaguna PP. Al-Anwar berlantai lima pada tahun 2004 dan juga pada tahun 2005 dibangun Ruwaq Daruttauhid PP. Al-Anwar yang setelah selesai pengerjaannya digunakan sebagai tempat pertemuan (Multaqo) alumni Sayyid Muhammad Alawy al Maliki Makkah al Mukarromah.
karangan kitab beliau diantaranya; tajdid al mujaddid, al ulama' mujaddidun, 

Tokoh Nasional Tradisional

Mbah Moen, begitu orang biasa memanggilnya, banyak dikenal dan mengenal erat tokoh-tokoh nasional, tapi itu tidak menjadikannya tercerabut dari basis tradisinya semula. Sementara walau sering kali menjadi peraduan bagi keluh kesah masyarakat, tapi semua itu tetap tidak menghalanginya untuk menyelami dunia luar, tepatnya yang tidak berhubungan dengan kebiasaan di pesantren sekalipun.
Beliau juga pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, beliau mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran beliau masih dibutuhkan oleh negara sehingga beliau diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode. Dalam dinia politik beliau tergolong kiyai yang adem-ayem. Di saat NU sedang ramai mendirkan PKB (1998) mbah Moen lebih memilih diam dan istiqomah di PPP, partai dengan gambar Ka’bah.
Pada tahun 1977, KH. Maimun Zubair mengembangkan pesantren dengan mendirikan PP putri Al-Anwar. berawal dari sebidang tanah yang dimiliki dan hasil pembelian tanah milik tetangga, beliau termotivasi akan kondisi masyarakat sekitar pada saat itu yang belum rutin mengerjakan sholat 5 waktu serta minimnya kemampuan mereka dalam membaca Al Qur’an. Sebagai langkah awal, lalu dibangunlah sebuah musholla di belakang rumah yang semula berdindingkan anyaman bambu.

Kisah Teladan Beliau

Antara Beliau dan Gus Dur

“Aku ini tidak pernah setuju dengan Gus Dur”, kata Kyai Maimun Zubair. “Yah... namanya manusia. Tapi aku tidak berani membenci, apalagi memusuhinya. Takut kuwalat!”
Kenyataannya, tidak seratus persen Mbah Maimun berseberangan dengan Gus Dur. Ketika suatu kali seorang tokoh intelektual datang jauh-jauh dari Jakarta untuk mengajak beliau masuk ICMI, Mbah Maimun menolak.
“Pak Kiyai ini intelektual yang mumpuni lho”, kata si tokoh, “cocok sekali kalau masuk ICMI!.”
“Ah, saya cukup Nahdlatul Ulama saja, gabung rombongannya pewaris nabi.” kata mbah Mun
“Memangnya di ICMI nggak bisa?”
“Kan nggak ada hadits Al-ICMI warotsatul anbiyaa’? Kalau Al-Ulamaa' ada!”kata mbah Mun.

beasiswa ke yaman

Kuliah/Belajar Islam di Yaman
Di Yaman ini banyak sekali aliran dalam agama Islam sebut saja; Salafi, Sunni, Syiah, dll. Madzhab yang diambil masyarakatnya pun bermacam-macam seperti Syafi’i, Hambali, Zaidi, Syawkani, dll.
Makanya nggak heran kalau di Yaman ini juga banyak lembaga pendidikan Islam yang bertebaran di banyak propinsi bahkan kuliah gratis, jarang loh kita mendapatkan sekolah/kuliah gratis di Timur Tengah. Lembaga-lembaga ini berada di macam-macam propinsi dari mulai Hadhramaut di selatan sampai di Hudaidah di daerah utara yang melewati jalur utama Yaman-Arab Saudi.
Sistem dan fasilitas yang diberikan pun bermacam-macam. Demi kepuasan anda, kami rincikan secara garis besar keterangan tentang lembaga-lembaga tersebut berikut ini;
Darul Mustafa – di Tarim, Hadhramaut
Lembaga pendidikan Darul Mustafa dipimpin oleh Habib Umar Bin Hafiz ini sudah sangat terkenal di kalangan penimba ilmu agama Islam di dunia, terutama yang bermadzhab Imam Asy Syafi’ie. Sistem yang dipakai sama dengan sistem pondok pesantren salaf di Indonesia. Lembaga ini sudah melahirkan Ulama sekaliber Habib Mundzir Al Musawa, Habib Jindan bin Jindan dan habib Sholeh Al Jufri. Di dalamnya sudah memiliki asrama untuk pelajar, ruang makan, gedung untuk belajar, dll. Kebanyakan kitab Fiqh mereka memakai madzhab Imam Asy Syafi’ie. www.daralmustafa.org
ribat dan universitas imam syafii mukalla

ribat dan universitas ini baru saja mengirimkan mahasiswa angtan pertamanya dari indonesia. berpusat di mukalla yaman berada di dekat laut. universitas ini sangat megah dan memiliki pendidikan yang terintegrasikan dengan berbagai bidang kajian ilmu. pendaftaran pusat untuk indonesia bisa di dapatkan di pondok al furqon areng areng, duduk sampean, gresik. 

Rubat Al ‘Ilmy Tarim
Rubat Tarim adalah lembaga pendidikan tertua di Hadramaut yang masih eksis dan terus membangun hingga saat ini. Rubat ini resmi dibuka pada 14 Muharram 1305H dengan Pengasuh pertamanya: Habib Abdur Rahman Masyhur. Sejak berdiri hingga sekarang (kurang lebih 118 tahun) Rubat tarim tetap mempertahankan sistem halaqah yang menjadi ciri khasnya dalam mengembangkan pendidikan Ulumul Lughah wa Ulumu ad Diniyah. Jumlah santri Indonesia saat ini sekitar 260 santri.

Al Ahgaff University – Tarim, Hadhramaut
Universitas yang didirikan tahun 1415 H atau 1995 ini sudah banyak memiliki alumnus Indonesia. Kampus ini memiliki system sama dengan Universitas pada umumnya di Indonesia atau di Yaman. Selain tersedia asrama pelajar, ruang makan, gedung kuliah, dll, mereka juga memiliki laboratorium Fisika, matematika, perpustakaan bahkan tersedia kursus bahasa arab dan inggris. Untuk lebih jelasnya anda bisa kinjungi ke website resmi kampus ini di www.ahgaff.edu

Rubat Zabid
Selain yang ada di Tarim, di Zabid (dekat dengan Hudaidah) terdapat dua buah Rubat yang berdiri sebelum berdirinya Al Azhar University Cairo Mesir, namun sayangnya kurang populer sehingga jumlah pelajar Indonesia hanya belasan. Dari awal berdirinya sampai sekarang, perguruan ini masih memakai metode talaqqi ataupun face to face dengan tenaga edukatifnya, sesuai dengan materi yang diinginkan siswanya, dengan kata lain bisa memilih jenis kajian yang akan mereka pelajari. Dengan didukung fasilitas yang cukup memadai, lembaga ini tidak memungut biaya apapun kepada siswanya

Darul Ulum Syariah University – Hudaidah
Kampus yang dipimpin oleh Syeikh Al Mur’i ini terletak dekat Laut Merah di Hudaidah. Tidak berbeda jauh dengan Al Ahgaff University, kampus ini juga memiliki sistem yang sama begitu juga dengan fasilitasnya, cuma bedanya kampus ini mengharuskan pelajarnya untuk mengulang pendidikan SMU/Aliyah nya terlebih dahulu yang sudah tesedia juga. Kelebihannya kampus ini membebaskan biaya pendidikan dari awal sampai selesai kuliah, bahkan untuk meneruskan S2 sekalipun di tempat yang sama. Beberapa fakultas yang ditawarkan diantaranya : Sharea, Adab, Da’wah, The Holly Qur’an Studies dan Ushuludin.

Al Iman Unversity – Sana’a
Universitas ini juga memakai sistem sama dengan universitas-universitas di atas. Dan juga memberikan biaya kuliah gratis untuk semua orang Islam, terlebih bagi yang sudah berkeluarga akan mendapatkan tunjangan keseharian berupa financial yang cukup ideal. Kampus ini dipimpin oleh Syeikh Abdul Majid Az Zandani yang terkenal dengan ilmunya yaitu I’jazul Ilmi. Selain sering membuktikan kebenaran agama Islam dengan penelitian modern, beliau juga memiliki kemampuan di bidang pengobatan penyakit-penyakit yang selama ini dikenal susah penyembuhannya, di antaranya stroke, kencing batu bahkan termasuk virus HIV. Kampus ini memiliki setidaknya ada empat fakultas yang ada di universitas ini, yaitu: Fakultas Iman (Ushuludin), Da’wah, Syari’ah dan Humaniora. www.jameataleman.org

Yemenia University
Masih di kota Sana’a, lembaga perguruan tinggi ini bisa dikatakan punya “kelebihan“, karena program S1 disini bisa ditempuh dengan sistem ekstensi, berbeda dengan Universitas lainnya yang hanya memberlakukan sistem reguler. Universitas swasta ini memberikan 6 pilihan fakultas, diantaranya: Sharea & Law, Bahasa, Adab, Informatika, Ekonomi dan Kedokteran. Kini, tidak kurang dari 40 mahasiswa Indonesia sedang menempuh S1 di sini.


KEMUDIAN
Bebeapa hari yang lalu kami mendapat informasi dari seorang teman, bahwa ada pendaftaran dan seleksi beasiswa penerimaan mahasiswa baru di Universitas Darul Ulum Yaman.
SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Menyerahkan photo copy ijazah SMU/MA/Sederajat, sebanyak 2 lembar dengan nilai rata-rata minimal 7,0.
3. Ijazah tidak lebih dari empat tahun.
4. Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak empat lembar. (Background putih)
5. Membawa surat pengantar dari pondok pesantren/sekolah.
6. Bagi yang ijazahnya belum keluar, maka dapat dengan menyerahkan photo copy raport yang dilegalisir dari sekolah SMU/MA/Sederajat.

PELAKSANAAN UJIAN
A. MATERI UJIAN
1. Ujian Tahriri: – Bahasa Arab (Nahwu, Shorof dan Ta’bir) – Fiqh (Setingkat Fathul Qorib)
2. Ujian Syafahi: – Muhadatsah – Qiro’atul Kutub (membaca kitab setingkat Fatul Qorib)

3. al quran 3 juz minimal
B. WAKTU dan TEMPAT UJIAN
1. Rumah Habib Salim Jl. Batu Ampar 1 no. 40 RT/RW 013/04 Condet Kramat Jati, Jakarta Timur
Pelaksanaan Tes : tanggal 29 september s/d 03 oktober 2010

Contact Person :
Habib Salim Barakwan : 0811172894
Ust. Abdulloh : 085224377470

Ust. Isom : 081219262536

Kamis, 13 Juni 2013

hadits priodifikasi dan klasifikasi

HADIS (Hadist) yang terhimpun dalam kitab hadis tidak begitu saja terkumpul sekaligus, tetapi mengalami periodisasi sejalan dengan periode pengumpulan, penyeleksian, dan penembangan ilmu hadis. Dalam mempelajari hadis ulama hadis mengklasifikasikannya dari dua segi, yaitu segi kuantitas (jumlah rawi) dan kualitas (nilai sanad).
PERIODE HADIS
13 SH/609 M-11 H/632 M.
Periode wahyu dan pembentukan hukum serta dasarnya. Pada masa ini hadis lebih banyak berupa hafalan dan ingatan para sahabat.
12 H/634 M-40 H/661 M.
Periode membatasi hadis dan menyedikitkan riwayat. Ini berlangsung pada masa al-Khulafa' ar-Rasyidun.
40 H/661 M hingga akhir abad ke-1 H.
Periode penyebaran riwayat ke kota untuk mencari hadis, yaitu masa sahabat junior dan tabiin senior.
Awal sampai akhir abad ke-2 H.
Periode penulisan dan kodifikasi resmi. Periode ini berlangsung dari masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99 H/717 M-102 H/720 M) sampai akhir abad ke-2 H.
Awal sampai akhir abad ke-3 H.
Periode pemurnian, penyeleksian, dan penyempurnaan.
Awal abad ke-4 H hingga jatuhnya Baghdad (656 H/12528 M).
Periode pemeliharaan, penertiban, penambahan, dan penghimpunan.
Awal jatuhnya Baghdad sampai sekarang.
Periode pensyaratan, penghimpunan pe-takhrij-an atau pengeluaran riwayat, dan pembahasan.
KLASIFIKASI HADIS BERDASARKAN KUANTITAS

  • Hadis Mutawatir : yang diriwayatkan oleh orang banyak pada semua tingkatan sanad, yang secara logis dan kebiasaan dapat dipastikan bahwa para rawi hadis itu mustahil bersekongkol untuk berdusta
    • Hadis Mutawatir lazi : yang lafalnya banyak dan sama
    • Hadis Mutawatir ma'nawi : yang lafalnya berbeda-beda tetapi semakna
    • Hadis Mutawatir 'amali : perilaku yang sudah diamalkan orang banyak dan diyakini berdasarkan perintah Nabi Muhamma SAW
  • Hadis ahad : yang diriwayatkan orang per orang (ahad merupakan jamak dari ahad = satu) yang tidak mencapai tingkat mutawatir, dan dapat diriwayatkan oleh seorang atau lebih
    • Hadis masyhur : yang diriwayatkan paling tidak oleh tiga jalur rawi dan tidak kurang dari tiga, tetapi tidak sampai derajat mutawatir
    • Hadis 'aziz : yang diriwayatkan melalui dua jalur rawi
    • Hadis garib : yang diriwayatkan melalui satu jalur rawi
KLASIFIKASI HADIS BERDASARKAN KUALITAS

  • Hadis maqbul : yang diterima
    • Hadis sahih : yang sah dan valid karena sanadnya tersambung; rawinya adil dan dabit (kuat hafalan); dan matannya tidak syazz (tidak mengandung kejanggalan) serta tidak ber-'illah (sebab yang mencacatkan hadis)
      • Hadis sahih li zatih : "yang sahih dengan sendirinya" karena terpenuhinya syarat hadis sahih
      • Hadis sahih li gairih : "yang "sahih karena ada keterangan lain yang mendukungnya" atau kurang salah satu syarat dari hadis sahih, namun bisa ditutupi dengan cara lain

    • Hadis hasan : yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yang adil tetapi tidak sempurna dabit-nya, serta matannya tidak syazz dan ber-'llah
      • Hadis hasan li zatih : yang hasan dengan sendirinya karena terpenuhinya syarat hadis hasan
      • Hasan li gairih : yang hasan karena ada keterangan lain yang mendukungnya atau dalam sanadnya terdapat rawi yang tidak dikenal, namun ia bukan orang yang terlalu banyak membuat kesalahan

  • Hadis mardud atau da'if : yang ditolak atau hadis lemah yang tidak memenuhi syarat sahih dan hasan
    • Bersambung/tidaknya Sanad
      • Hadis mursal : yang diriwayatkan tabiin langsung dari Nabi Muhammad SAW
      • Hadis muqati' : yang salah seorang rawinya gugur tidak pada sahabat, tetapi bisa terjadi pada rawi yang di tengah atau di akhir
      • Hadis mu'dal : yang dua rawinya atau lebih hilang secara berurutan dalam sanad
      • Hadis mudallas : yang kelemahannya disebabkan oleh manipulasi perawi, baik pada sanad maupun matan
      • Hadis mu'allaq : yang tidak mempunyai sanad, sehingga terputus sama sekali
      • Hadis mu'allal : yang kelihatannya selamat, akan tetapi sebenarnya memiliki cacat, baik pada sanad maupun matannya

    • Tercelanya Rawi
      • Hadis maudu' : yang disebabkan oleh kedustaan perawi
      • Hadis matruk : yang "ditinggalkan" karena perawinya suka dusta ata fisik dalam pembicaraan dan perbuatannya atau orang yang banyak salah dan keliru dalam meriwayatkan hadis
      • Hadis munkar : yang diriwayatkan oleh perawi yang lemah isinya, bertentangan dengan riwayat dari perawi yang terpercaya
      • Hadis mudraj : yang di dalamnya ada sisipan perkataan sahabat atau tabiin
      • Hadis maqlub : yang terbalik matannya atau nama perawi pada sanadnya
      • Hadis mudtarib : yang diriwayatkan melalui cara yang berbeda antara hadis yang satu dan lainnya, padahal tidak mungkin untuk di-tarjih (dipilih mana yang paling kuat)
      • Hadis musahhaf : yang ada perubahan titik pada sanad dan huruf pada matan
      • Hadis muharraf : yang ada perubahan syakal (tanda baca)
      • Hadis mubhan : yang perawinya samar atau tidak jelas
      • Hadis majhul : yang perawinya tidak dikenal, walaupun namanya ada tetapi hanya diriwayatkan oleh seorang rawi
      • Hadis mastur : yang diriwayatkan oleh perawi yang tidak diketahui kejujurannya
      • Hadis syazz : yang diriwayatkan oleh seorang yang terpercaya, namun bertentangan dengan hadis dari orang yang lebih terpercaya
      • Hadis mukhtalit : yang diriwayatkan oleh perawi yang sudah rusak hafalan atau catatannya


Referensi
  • Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Prof. Dr. Abdul Aziz Dahlan, Prof. Dr. Nurcholish Madjid, etc. Ensiklopedi Islam, Penerbit PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 2005.
  • Prof. Dr. Nurcholish Madjid, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Dr. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA, Dr. A. Chaeruddin, SH., etc. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Penerbit PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 2008, Editor : Prof. Dr. Taufik Abdullah, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. H. Ahmad Sukardja, MA.
  • Sami bin Abdullah bin Ahmad al-Maghluts, Atlas Sejarah Para Nabi dan Rasul, Mendalami Nilai-nilai Kehidupan yang Dijalani Para Utusan Allah, Obeikan Riyadh, Almahira Jakarta, 2008.
  • Dr. Syauqi Abu Khalil, Atlas Al-Quran, Membuktikan Kebenaran Fakta Sejarah yang Disampaikan Al-Qur'an secara Akurat disertai Peta dan Foto, Dar al-Fikr Damaskus, Almahira Jakarta, 2008.
  • Tim DISBINTALAD (Drs. A. Nazri Adlany, Drs. Hanafi Tamam, Drs. A. Faruq Nasution), Al-Quran Terjemah Indonesia, Penerbit PT. Sari Agung, Jakarta, 2004
  • Departemen Agama RI, Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Quran, Syaamil Al-Quran Terjemah Per-Kata, Syaamil International, 2007.
  • alquran.bahagia.us, al-quran.bahagia.us, dunia-islam.com, Al-Quran web, PT. Gilland Ganesha, 2008.
  • Muhammad Fu'ad Abdul Baqi, Mutiara Hadist Shahih Bukhari Muslim, PT. Bina Ilmu, 1979.
  • Al-Hafizh Zaki Al-Din 'Abd Al-'Azhum Al Mundziri, Ringkasan Shahih Muslim, Al-Maktab Al-Islami, Beirut, dan PT. Mizan Pustaka, Bandung, 2008.
  • M. Nashiruddin Al-Albani, Ringkasan Shahih Bukhari, Maktabah al-Ma'arif, Riyadh, dan Gema Insani, Jakarta, 2008.
  • Al-Bayan, Shahih Bukhari Muslim, Jabal, Bandung, 2008.
  • Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, Kemudahan dari Allah, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Maktabah al-Ma'arif, Riyadh, dan Gema Insani, Jakarta, 1999.


Senin, 10 Juni 2013

PARA ILMUAN ISLAM.

PADA kurun waktu abad ke-6 M sampai abad ke-20 M, Islam telah melahirkan ribuan ilmuwan di segala bidang. Mereka merupakan tokoh yang telah memberi sumbangan besar bagi dunia ilmu pengetahuan. Berikut ini nama, bidang ilmu, karya, dan sumbangan ilmuwan muslim terkenal, yang disusun secara alfabetis.
NAMA
Tahun
NAMA LENGKAP
BIDANG dan KARYA TULIS
SUMBANGAN
Abdus Salam
1926-1996
Abdus Salam
Fisika
Menciptakan "teori Medan Terpadu". Ia meraih hadiah Nobel bidang fisika (1979).
Abu Qasim az-Zahrawi
(Abucasis) w. 1106
Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas az-Zahrawi
Kedokteran (ahli bedah)
- Kitab al-Mansur
- at-Tasrif li Man Arjaza 'an at-Ta'lif
- Perintis olmu pengenalan penyakit (diagnostik) dan cara penyembuhan (terapi) penyakit telinga
- Pelopor ilmu penyakit kulit
- Peletak dasar pengembangan kedokteran gigi
Abu al-Wafa
940-998
Muhammad bin Muhammad bin Yahya bin Ismail bin al-Abbas Abu Wafa' al-Buzajani
Astronomi dan matematika (trigonometri)
- Fi ma Yakhtaj ilaih al-Kuttab wa al-'Ummal min 'Ilm al-Hisab
- Mengemukakan teori sinus untuk segitiga bola
- Mengembangan istilah tangen, kotangen, sekan, dan kosekan dalam trigonometri
al-Asmai
740-828
Abdul Malik Ibnu Quraib al-Asmai
Zoologi, botani, anatomi, dan peternakan
- Kitab al-Ibil
- Kitab al-Khalil
- Kitab al-Wuhusy
- Kitab as-Sa'
- Kitab Khalq al-Insan
- Meneliti perkembangbiakan kuda dan unta, meneliti tingkah laku dan mengklasifikasi tumbuhan dan hewan
- Menulis buku tentang anatomi manusia
al-Battani
(Albategnius, Albatanius) 859-929
Abu Abdullah Muhammad bin Jabir Ibnu Sinan al-Battani
Astronomi dan geografi
- Zij as-Sabi
Mengkritik dogma ptolemaeus tentang diamnya titik apoge matahari
al-Biruni
973-1048
Abu ar-Rayhan Muhammad bin Ahmad al-Biruni
Geografi, astronomi, pengembang ilmu falak, fisika, kedokteran, bahasa, geologi, dan mineralogi.
- al-Qanun al-Mas'udi fi al-Hai'ah wa an-Nujum
- Membuat tabel sinus dan tangen yang pertama dalam sejarah matematika
- Menemukan tujuh cara untuk menemukan arah utara dan selatan, dan menemukan teknik matematis untuk menentukan awal musim
ad-Damiri
1341-1405
Muhammad bin Musa bin Isa Kamal ad-Din ad-Damiri
Kedokteran hewan dan pertanian
- Hayah al-Hayawan
Menyusun buku tentang nama hewan, watak dan tingkah lakunya, serta pemakaian nama hewan itu dalam hadis dan syair Arab
al-Farabi
870-950
Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Awzalagh al-Farabi
Musik, Ilmu mantik (logika), fisika, metafisika, dan ilmu politik
- Agrad al-Kitab ma Ba'da at-Tabi'ah
- Kitab al-Musiq al-Kabir
Mengklasifikasikan ilmu menjadi, yaitu ilmu bahasa, ilmu logika, ilmu persiapan, ilmu kealaman, dan ilmu masyarakat, Pemikiran filsafatnya yang terkenal ialah penjelasan tentang emanasi (pemancaran dari Tuhan)
al-Fargani
(Alfraganus) w. 861
Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad bin Khatir
Astronomi dan geografi
- Kitab Usol al-Falaq
- Jawami' 'Ilm an-Nujom wa Usul al-Harakah as-Samawiyah
Membuat jadwal apoge (apogeum) dan perige (perigeum) planet dengan sistem koresponden episikel ke dalam eksentrisitas dan elips yang terdapat dalam astronomi modern
Ibnu al-Baitar
w. 1248
Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad ad-Din bin al-baitar al-Malaki
Kedokteran hewan, farmakologi, dan botani
- al-Mugni fi al-Adwiya' al-Mufradat
- al-Jami' Ii Mufradat al-Adwiya' wa al-Agdiya'
Menyusun buku ramuan obat-obatan untuk berbagai penyakit
Ibnu Bajjah
(Avempace) 1090-1139
Abu Bakr Muhammad bin Yahya bin as-Sa'igh at-Tujibi as-Sarakusti
Filsafat kedokteran, dan musik
Memberikan penjelasan islamiah yang bersifat sistematik tentang ajaran Aristoteles
Ibnu Haitam
(Alhazen) 956-1039
Abu Ali al-Hasan bin Haitam
Fisika, metematika, dan optika
- Kitab al-Manazir
- Mizan al-Hikmah
Menemukan hukum refraksi
Ibnu Khaldun
1332-1395
Abdurrahman bin Muhammad bin Khaldun
Sosiologi, filsafat, sejarah, dan ilmu politik
- Kitab al-'Ibr
- al-Muqaddimah
Menulis buku tentang sejarah dunia yang memuat berbagai aspek pengetahuan
Ibnu Maskawih
w. 1030
Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Ya'kub bin Maskawih
Sejarah, filsafat, dan kedokteran Kitab Tajarib al-Umam
Pemikiran utama filsafatnya ditujukan pada etika dan moral. Ia mencoba membuktikan bahwa penciptaan bermula dari ketiadaan
Ibnu Rusyd
(Averroes) 1126-1198
Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyd
Kedokteran, biologi, fisika, astronomi, dan filsafat
- Bidayah al-Mujtahid
- Kitab al-Kulliyat fi at-Tibb
Perintis kedokteran umum dan ilmu jaringan tubuh (histologi)
Ibnu Saffar
w. 1035
Abu al-Kasim ahmad bin Abdullah bin Umar al-Ghafiki al-Andalusia
Astronomi dan matematika Abucazim filio Asafar
Menulis sejumlah tabel astronomi dan cara penggunaan astrolabe
Ibnu Sina
(Avicenna) 980-1037
Abu Ali al-Husein bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina
Kedokteran, filsafat, Ilmu agama, matematika, logika, astronomi, dan musik
- al-Majmo'
- as-Syifa'
- al-Qanun fi at-Tibb
- Mengemukakan filsafat jiwa (an-nafs) dan kenabian
- Perintis ilmu tentang penyakit syaraf
Ibnu Tufail
1100-1185
Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Muhammad bin Muhammad bin Tufail al-Qaysi
Kedokteran, filsafat, dan matematika
- Hayy Ibn Yaqzan
- Mengungkapkan kekuatan akal manusia dan manfaat filsafat
- Mengemukakan gagasan astronomi yang memberi pengaruh bagi al-Biruni untuk menyanggah dan membuktikan kekeliruan teori Ptolemaeus mengenai lingkaran episikel dan eksentrisitas
Ibnu Wafid
1.1007
Abu al-Mutarrif Abdur Rahman bin Muhammad al-Lakhmi bin al-Wafid
Kedokteran dan farmakologi
- Kitab al-Mugi fi al-Adwiyah al-Mufradah
- Merumuskan pengukuran diet untuk penyembuhan penyakit
- Menemukan metode peyelidikan efek obat bius
Ibnu Yunus
958-1009
Abu al-Hasan Ali bin Abi Said Abdur Rahman bin Yunus as-Sadafi
Matematika dan astronomi
- az-Zij al-Kabir al-Hakimi
Menemukan rubu berlubang (gunners quadrant) untuk mengukur gerak bintang
Ibnu Zuhr
(Avenzor) 1091-1131
Abu Marwan bin Abi al-Ala bin Zuhr
Kedokteran
- Kitab at-Taisir fi al-Mudawa wa at-Tadbir
- Kitab at-Iqtisad fi Islah al-Anfus wa al-Ajsad
- Kitab al-Agdiya' wa al-Adwiya'
- Kitab as-Sina
- Kitab al-Jami' fi al-Asyribah wa al-Majin
- Kitab Mukhtasar Hilat al-Bur' li-Jalinus
- Risalah fi Tafdil al-'Asal ala as-Sukkar
Mengenalkan konsep tubuh manusia yang terdiri dari empat unsur yaitu empedu, kelenjar getah bening, cairan, dan darah
al-Idrisi
1099-1153
Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad bin Abdullah bin Idrisi al-Ali bin Amrullah
Kimia dan kedokteran
- al-Khawas al-Kabir
Menggambarkan secara astronomis letak suatu tempat di permukaan bumi
Jabir bin Hayyan
(Geber) 721-815
Abu Abdullah Jabir bin Hayyan al-Kufi as-Sufi (Bapak ilmu kimia)
Geografi
- Kitab Nazhah al-Maslak fi Ikhtira' al-Afaq
- Kitab al-Jami' li Asytat an-Nabat
- Membuat timbangan yang mampu menimbang benda yang beratnya 6.480 kali lebih kecil dari satu kilogram
- Mendefinisikan senyawa kimia sebagai gabungan unsur yang sangat kecil
al-Khawarizmi
780-850
Abu Ja'far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi
Matematika dan astronomi
- al-Kitab al-Mukthtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah
Memelopori penggunaan angka "0" dalam ilmu hitung. Metodenya untuk menghitung dikenal dengan "algoritma".
al-Kindi
801-869
Abu Yusuf Ya'kub bin Ishak al-Kindi
Filsafat (filsuf muslim pertama), astronomi, kimia, dan matematika
- Risalah fi Madkhal ila a-Aritmatiqi
- Risalah al-Kammiyah al-Mudafah
Mensintesiskan beberapa campuran kimia melalui proses penyulingan, penguapan, peleburan, dan pengendapan, menjadi kaca, perhiasan, dan minyak wangi
al-Mahani
w. 874
Abu Abdullah Muhammad bin Isa al-Mahani
Matematika dan astronomi
- Mengamati gerhana bulan dan matahari serta kedudukan planet
- Menulis uraian teori Euclid dan Archimedes
- Merumuskan persamaan x3 + c2b = cx2
an-Nairizi
w. 922
Abu Abdullah Muhammad bin Isa al-Mahani
Astronomi dan matematika
- Mengumpulkan tabel astronomi dan menulis fenomena atmosfer serta menulis uraian teori Ptolemaeus dan Euclides
- Merumuskan persamaan tangen yang disebut umbra
Sabit bin Qurrah
833-911
Sabit bin Qurrah
Astronomi dan matematika (geometri)
Menerjemahkan Kitab Almagest, karangan Ptolemaeus ke dalam bahasa Arab dan membuat ikhtisarnya
- Kritikus pertama atas astronomi Ptolemaeus
- Menganalisis pergerakan matahari dan bulan, kemudian menulis risalah tentang penentuan waktu berdasarkan gerak matahari
at-Tabari
838-870
Ali Ibnu Rabban at-Tabari
Kedokteran, matematika, dan astronomi
- Firdaus al-Hikmah
- Din ad-Daulah
- Hifz as-Sihbah
Menulis Firdaus al-Hikmah, ensiklopedi kedokteran pertama, yang menggabungkan berbagai cabang ilmu kedokteran
at-Tusi
1201-1274
Nasiruddin Muhammad at-Tusi
Matematika, astronomi, dan filsafat
- Tazkirah fi 'Ilm al-Hai'ah
- Zij-I Il-Khani
Membuat model gerak planet
Umar Khayyam
1048-1131
Giyasuddin Abu al-Fath Umar bin Ibrahim al-Khayyami
Sastra, astronomi, astrologi, kedokteran, filsafat, dan matematika
- al-Jabr
- Ruba'iyat
Mengklasifikasi persamaan tingkat satu (persamaan linier) serta memikirkan kemungkinan dan mengutamakan masalah persamaan pangkat tiga (kubik) yang berpangkal dari persamaan umum
Zakaria ar-Razi
(Rhazes) 864-930
Abu Bakr Muhammad bin Zakariyya ar-Razi
Kedokteran, kimia, dan filsafat
- al-Hawi (eksiklopedi kedokteran)
- Menulis eksiklopedi kedokteran
- Menemukan air raksa
- Mengklasifikasi zat kimia
- Meneliti penyakit cacar


Referensi
  • Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Prof. Dr. Abdul Aziz Dahlan, Prof. Dr. Nurcholish Madjid, etc. Ensiklopedi Islam, Penerbit PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 2005.
  • Prof. Dr. Nurcholish Madjid, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Dr. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA, Dr. A. Chaeruddin, SH., etc. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Penerbit PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 2008, Editor : Prof. Dr. Taufik Abdullah, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. H. Ahmad Sukardja, MA.
  • Sami bin Abdullah bin Ahmad al-Maghluts, Atlas Sejarah Para Nabi dan Rasul, Mendalami Nilai-nilai Kehidupan yang Dijalani Para Utusan Allah, Obeikan Riyadh, Almahira Jakarta, 2008.
  • Dr. Syauqi Abu Khalil, Atlas Al-Quran, Membuktikan Kebenaran Fakta Sejarah yang Disampaikan Al-Qur'an secara Akurat disertai Peta dan Foto, Dar al-Fikr Damaskus, Almahira Jakarta, 2008.
  • Tim DISBINTALAD (Drs. A. Nazri Adlany, Drs. Hanafi Tamam, Drs. A. Faruq Nasution), Al-Quran Terjemah Indonesia, Penerbit PT. Sari Agung, Jakarta, 2004
  • Departemen Agama RI, Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Quran, Syaamil Al-Quran Terjemah Per-Kata, Syaamil International, 2007.
  • alquran.bahagia.us, al-quran.bahagia.us, dunia-islam.com, Al-Quran web, PT. Gilland Ganesha, 2008.
  • Muhammad Fu'ad Abdul Baqi, Mutiara Hadist Shahih Bukhari Muslim, PT. Bina Ilmu, 1979.
  • Al-Hafizh Zaki Al-Din 'Abd Al-'Azhum Al Mundziri, Ringkasan Shahih Muslim, Al-Maktab Al-Islami, Beirut, dan PT. Mizan Pustaka, Bandung, 2008.
  • M. Nashiruddin Al-Albani, Ringkasan Shahih Bukhari, Maktabah al-Ma'arif, Riyadh, dan Gema Insani, Jakarta, 2008.
  • Al-Bayan, Shahih Bukhari Muslim, Jabal, Bandung, 2008.
  • Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, Kemudahan dari Allah, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Maktabah al-Ma'arif, Riyadh, dan Gema Insani, Jakarta, 1999.