Pages

Sabtu, 23 Maret 2013

STUDY KOMPARASI PENDIDIKAN INDONESIA DAN YAMAN


                                  

Oleh.
MOH.MUSTHOFA

1. Sistem Pendidikan di Indonesia
Makna Pendidikan di Indonesia adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana BELAJAR dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Adapaun Filosofi pendidikan di Indonesia adalah Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.
Sistem pendidikan di Indonesia disebut dengan sistem pendidikan nasional yang mempunyai arti keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Sistem pendidikan nasional terbagi menjadi tiga (3) bagian;
1.  Kelembagaan yang terdiri dari jenjang pendidikan dan jalur pendidikan.
2.  Jenis Pendidikan yang terdiri dari Umum, kejuruan, vokasional, dan lain-lain.
3. Kurikulum. Sesuai dengan UU yang telah ditetapkan pendidikan Indonesia sekarang memakai kurikulum KTSP (kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
2. 2. 1. Jenjang pendidikan
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Adapun macam-macamnya sebagai berikut:
a. Pendidikan anak usia dini
Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
b. Pendidikan dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
c. Pendidikan menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
d. Pendidikan tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doctor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi.
2. 2. 2. Jalur pendidikan
Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Adapun macam-macamnya sebagai berikut:
a. Pendidikan formal
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.
b. Pendidikan nonformal
Pendidikan ini paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap masjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.
Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF); Pendidikan Kesetaraan A, B, C; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya Lembaga PNF yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya.
c. Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
2. 2. 3. Jenis pendidikan
Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Adapun macam-macamnya sebagai berikut:
a. Pendidikan umum
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah ke Atas (SMA).
b. Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
c. Pendidikan akademik
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program Sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
d. Pendidikan profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang Profesional.
e. Pendidikan vokasi
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).
f. Pendidikan keagamaan
Pendidikan Keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.
g. Pendidikan khusus
Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).
2. 2. 4. Kurikulum Di Indonesia
Kurikulum yang dipakai sekarang adalah KTSP (Kurikulum Tingkat satuan pendidikan) adapaun maknanya adalah sebuah KURIKULUMoperasional PENDIDIKAN yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP secara yuridis diamanatkan olehUU  tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PERATURAN PEMERINTAH INDONESIA NO 19 TAHUN 2005 tentang STANDART NASIONAL PENDIDIKAN. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai t dengan mengacu pada STANDAR ISI (SI) dan STANDART KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh bnsp.
Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Walaupun penyusunan kurikulum sudah diberikan sepenuhnya kepada pihak sekolah disini masih harus memperhatikan hal-hal yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
a. peningkatan iman dan taqwa
b. peningkatan ahlaq mulia
c. peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peerta didik
d. keragaman potensi daerah dan lingkungan.
e. tuntutan pembangunan daerah dan nasional
f. tuntunan dunia kerja
g. perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
h. agama
i. dinamika perkembangan global
j. persatuan nasional dan  nilai-nilai kebangsaan.

2. Sistem Pendidikan di Yaman
Sejak dulu, Yaman dikenal sebagai negeri tempat menuntut ilmu agama, tepatnya di kota Hadramaut. Dari kota itu, dakwah Islam disiarkan ke berbagai negara tak terkecuali Indonesia. Sebut saja, misalnya delapan dari sembilan ulama yang terkenal dengan sebutan Wali Songo, ternyata menurut sebagian kalangan berasal dari Yaman. Begitu juga tokoh pendiri Lembaga Pendidikan Al Khairaat di kawasan Indonesia Timur, Habib Jufri, juga merupakan ulama terkemuka asal Yaman.
Di Yaman memang banyak tersebar madrasah-madrasah atau lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola swasta yang secara khusus menekankan pendidikan agama Islam. Lebih khusus, menurut Habib Umar Al Hafidz, ulama terkemuka negeri ini, pengajaran Alquran baik untuk bidang qiraat maupun hafalan sangat maju di negara ini. Mereka umumnya sudah eksis paling tidak sejak 600 tahun yang lalu, ujar Habib Umar al Hafidz ketika ditemui Republika usai berceramah di Pesantren As-Shidiqiyah Batuceper, Tangerang, Ahad (3/2).
Pusat pengajaran Islam itu kini tersebar di kota Tarim dan beberapa kota lain dengan jumlah santri ribuan orang. Mereka tak hanya datang dari Timur Tengah, tapi juga dari Asia, Afrika, bahkan Eropa dan Amerika. Di Kota Tarim sendiri, terdapat lembaga pendidikan ternama, Daarul Musthafa. Lembaga ini memiliki tiga tujuan. Pertama, berusaha mengajarkan ilmu sesuai dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Kedua, mendidik akhlak dan mensucikan hati serta tujuan yang ketiga adalah mengajarkan tawadu’ dan tunduk semata kepada Allah SWT.
“Yang terpenting dari sistem pendidikan di lembaga ini adalah sesuainya perilaku dengan apa yang diucapkan oleh para santri. Yang menarik, para santri yang belajar di Daarul Musthafa lebih banyak datang dari luar negeri. Dari Indonesia, tak kurang dari 200 orang menuntut ilmu di sini. Setelah selesai belajar sekitar empat tahun, para santri ini biasanya kembali ke negara masing-masing untuk menyebarkan ilmu yang telah mereka miliki.
Di lembaga ini, mereka tidak secara khusus menghafal Alquran. ”Tapi, bagi mereka yang ingin mendalami hafalan Alquran, bisa mengambil satu jurusan tersendiri. Untuk jurusan Syariah misalnya, mereka sedikitnya harus menghafal tiga juz Alquran. Tapi, bagi yang ingin total menghafal Alquran bisa menghambil program khusus.
Sesuai dengan apa yang menjadi perhatian Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya mempelajari ilmu, mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain, maka semangat ini pun yang dikembangkan oleh umat Islam di Yaman. Mereka sangat menekankan, apa yang dipelajari seorang santri, hendaknya mampu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta mengajarkannya kepada orang lain.
Karena pemahaman ini, dalam masyarakat Muslim Yaman, timbul semangat untuk mengamalkan ilmu mereka dan menyebarkan kepada orang lain ajaran agama Islam yang mereka pahami. Penyebaran ilmu tersebut sampai ke luar Yaman termasuk ke Indonesia seperti yang dilakukan para ulama salaf Yaman pada zaman dulu.
Jejak sejarah Islam masih kental ditemui di Hadramaut. Di wilayah ini, seluruh penduduk aslinya beragama Islam. Penduduk Hadramaut terdiri dari empat golongan utama, yaitu golongan sayid (keturunan Nabi Muhammad SAW), golongan suku-suku, golongan menengah, dan sekolah budak. Golongan sayid dianggap kelas paling atas, karena keturunan langsung Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu nabi Muhammad SAW. Mereka bergelar habib dan habibah(perempuan).
Di Hadramaut terdapat tempat suci umat Islam, yaitu Qabr Hud, atau makam Nabi Hud AS. Di dekat makam itu ada sebuah masjid yang ramai dikunjungi para peziarah, khususnya setiap tanggal 11 Syakban. Tempat suci lainnya adalah makam Nabi Saleh AS di lembah Sarr. (dam/republika)

0 komentar:

Poskan Komentar