Pages

Jumat, 19 April 2013

"Representasi perantauan belajar para santri & pelajar"

Santri dan pelajar adalah tonggak masa depan. Puluhan, ratusan, bahkan jutaan kilo ditempuh guna mencari sebuah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah hal penting dalam keberlangsungan hidup sekaligus sebagai tanggung jawab kita manusia mencari ilmu dari  semenjak dilahirkan hingga masuk kedalam liang lahat.

Bermacam macam cara orang untuk mendapatkan ilmu ada yang dengan wajib belajar 12 tahun ada yang dengan mencari pengalaman ada yang menyendiri bergelut dengan jutaan kosa kata yang harus dihafalkan. Dan lain sebagainya intinya hal itu adalah cara dan proses yang dilakukan dalam mendapatkan sebuah ilmu.
Dalam proses ini juga terdapat fenomena unik yaitu para santri dan pelajar pergi merantau keberbagai majlis ilmu, pesantren perguruan tinggi dari jawa timur ke jawa tengah dan jawa barat, sedangkan dari jawa tengah dan jawa barat ke jawa timur. Begitupula dari luar jawa. bahkan tak jarang yang berangkat hingga ke luar negri. Lalu sebenarnya mengapa sampai harus merantau pergi jauh dari peluk sayang orang tua dan surga dirumah kita sendiri??? Meski tak jarang orang yang merantau adalah orang orang yang juga memiliki lembaga pendidikan yang kredible dan berkembang. Saya ingin membahas fenomena tersebut.
Dalam sebuah syair dalam kitab akhlaq dijelaskan keutamaan pergi keluar dari rumah untuk mencari ilmu;

تَغَرَّبْ عَنِ اْلاَوْطَانِ فِى طَلَبِ الْعُلىَ # وَسَافِرْ فَفِى اْلاَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدِ
تَفَرُّجُ هَمٍّ وَاكْتِسَابِ مَعِيْشَةٍ # وَعِلْمٌ وَآدَابٌ وَ صُحْبَةُ مَاجِدِ
وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَسفَار ذُلٌّ وَغُرْبَهٌ # وَ قَطْعُ فَيَافٍ وَ ارْتِكَابُ شَدَائِدَ
Pergilah dari desa mencari kemulyaan
Ada lima faidah ada di perantauan
SATU hilangnya galau DUA rizkinya tambah
TIGA mendapat ilmu sebab kebahagiaan
                                                                     EMPAT untuk membaguskan tatakrama kita
LIMA agar mendapat teman yang mulya mulya



                                                 
berangkatlah dari kediamanmu untuk mencari keutamaan, ketahuilah bahwa dalam perantauanmu terdapat 5 [lima] faedah,yaitu; menghilangkan kesusahan, mencari bekal hidup, ilmu, tatakrama dan teman sejati, meskipun dalam bepergianpun terdapat hina dan terlunta-lunta,menembus belantara dan menerjang kepayahan-kepayahan.

Di rumah dan diperantauan itu sangat berbeda,dirumah [di daerah sendiri]. dirumah hati akan merasa tenang dan nyaman karena menurut maqolah “baiti jannaty” [rumahku surgaku], sedangkan di luar rumah [dalam perantauan] hati kurang tenang dan perasaanpun tidak nyaman, dan menemukan persaingan yang luar biasa, juga perasaan-perasaan tidak enak lainnya, namun didalam kekurang tenangan,ketidak nyamanan dan perasaan tidak enak itulah letak penempaan jiwa menjadi jiwa yang siap menghadapi cobaan dan rintangan, jiwa yang siap menghadapi masa depan tanpa menggantungkan kepada orang lain,dan kenyataanpun sudah membuktikan bahwa kebanyakan orang rantau lebih tekun dan lebih semangat dalam berusaha,baik usaha dalam mencari harta atau usaha mencari ilmu dari pada orang yang berada di daerahnya sendiri, maka dari itu marilah kita merantau, hijrah meninggalkan kampung halaman untuk mencari keutamaan dalam hidup ini,merantau untuk mencari ilmu atau apapun yang bermanfaat, karena Baginda Nabi Muhammad juga hijrah meninggalkan kampung halamannya di Makkah menuju Madinah, dan di Madinahlah beliau sukses mengembangkan Islam keseluruh dunia, di samping itu di dalam perantauan ada 5 [lima] faedah yang sulit di temukan bila tidak merantau, yaitu :

1. solusi anti galau dan sumpek
ketika dirumah kita sumpek maka dengan bepergian perasaan sumpek itu biasanya cepat hilang,perasaan sumpek biasanya terjadi karena apa yang di rasakan dan di lihat adalah itu-itu saja, tiap hari kita hanya berkutat dengan aktifitas yang sama maka terlihat seperti kurang berwarna nuansa itu. ketika dunia itu memang membosankan dan menggalaukan bila apa yang kita makan,kita hadapi dan yang kita lihat serta urusi selalu sama,maka para pencari ilmupun dihimbau untuk kadang-kadang menghibur diri jarang sampai mencari ilmu membosankan. Maka dari itu keluar mencari ilmu dan keutamaan bisa jadi solusi.
2.  Mendapatkan bekal finansial 
di dalam perantauan kita tidak akan bisa menggantungkan kepada orang lain,segala sesutau kitalah yang menangani,maka didalam perantauan mau tidak mau kita pasti harus bekerja sendiri,dan didalam kondisi seperti itu kita akan bisa mendapatkan suntikan kesemangatan yang tidak bisa kita dapatkan ketika kita di rumah, dan dengan modal kesemangatan inilah kita akan dengan sepenuh hati mencari apa yang kita inginkan, kita bisa lihat betapa kebanyakan orang-orang cina yang ada di daerah kita kebanyakan lebih kaya dari orang asli penduduk kita sendiri. Dalam perantauan kita akan belajar cara mencari bekal baik bisnis, dagang dan kebutuhan pasar.
3. Mempelajari wawasan dan pengalaman
Kita tidak mungkin hidup dalam belaian orang tua sepanjang hidup, akan tiba saat dimana kita harus mandiri dalam kehidupan, kitika dimasa kecil kita belajar didaerah kita sendiri bersama bimbingan orang tua juga.namun perlu kita ingat bahwa kadanga dalam daerah kita terdapat beberapa spesifikasi ilmu yang tidak bisa kita dapatkan, atau ketika dirumah kita cenderung enjoy karena kita tidak mendapatkan tuntutan eksta yang harus kita laksanakan. mungkin ketika kita ada di daerah sendiri kita ada kemauan dan kesemangatan mencari ilmu namun gangguan serta rintangan yang di hadapi sering tidak berimbang dengan kemauan dan kesemanagatan kita sendiri, an karenanya perhatian dan konsentrasi kita sangat terganggu serta ilmu itu sulit kita dapatkan, berbeda dengan bila kita pergi dari rumah untuk mencari ilmu maka perhatian dan konsentrasi kita sepenuhnya tertuju pada pencarian ilmu,dan dengan perhatian serta konsentrasi, spirit yang sepenuhnya inilahilmu akan dengan mudah di dapatkan, apalagi melihat antusias persaingan yang beragam oleh karenanya seperti yang kita lihat walaupun seseorang sudah mempunyai pesantren namun anaknya tetap di pesantrenkan kepada pesantren lain.
4. mempelajari asensi sebagai makhluq sosial yang beradab
orang yang dalam perantauan akan bertemu dengan banyak manusia dengan karakteristik yang beragam dan istiadatnya, maka kita bisa belajar dan mempelajari dari mereka mana yang baik dan mana yang buruk,bila apa yang mereka lakukan kepada kita adalah hal-hal yang menyenangkan maka hal itu akan menyenangkan pula kepada orang lain bila kita lakukan, dan bila apa yang mereka lakukan adalah hal yang menyakitkan maka hal itupun akan menyakitkan orang lain bila kita lakukan. Siapa yang bertatakrama maka dia akan diterima.
5. Guna Mencari teman sejati yang mulia,
Dalam perantauan tentu kita akan melihat dan bergaul dengan berbagai macam orang ada yang baik ada pula yang jahat. Disitulah kita melihat bagaimana menempatkan diri agar bisa diterima dikalangan orang lain dan menemukan teman teman yang bisa diajak berjuang bersama dalam kehidupan. Teman yang baik dimata kita adalah teman yang cenderung mendorong untuk kesuksesan kita memeluk kita ditengah kesulitan hidup. Dari perantauan inilah kita akan belajar mencari teman sejati.


(MNH)

0 komentar:

Poskan Komentar