Pages

Sabtu, 20 April 2013

ilmu dan komitmennya terhadap islam

Ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi, diorganisasi, disitematisasi dan interpretasi sehingga menghasilkan kebenaran objektif, sudah diuji kebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah. Secara etimologis, kata ilmu berarti “kejelasan”.
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra intuisi dan firasat.
Adapun pembagian keilmuan menurut beberpaa intelektual muslim yang dikemukakan oleh Muhammad Tholhah Hasan (2005), yaitu:
a.       Menurut Jabir Ibnu Hayaan (160 H)
Dalam bukunya al-Hudud dikatakan bahwa ada dua macam pengetahuan, yaitu pengetahuan agama dan pengetahuan duniawi.
b.      Menurut Al-Kindy (260 H)
Al-Kindy membagi sistematika epistemology dalam teoris dan prktis. Pengetahuan teoritis dibagi kembali menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan teologis dan pengetahuan kemakhlukan atau ilmu kauniyah. Dalam bukunya Ar-Rasaail, Al-Kindy membedakan antara pengetahuan yang diperoleh secara emanasi (yang tidak memerlukan pengujian rasional) dan secara matematis (yang diperoleh melalui edukasi yang dikaji secara logis.
c.       Menurut Al-Faraby (339 H)
Al-Faraby adalah salah satu filosof muslim yang mengemukakan bahwa salah satu sumber pengetahuan itu ada yang langsung dari Tuhan.
d.      Menurut Al-Khawarizmy (387 H)
\Al-Khawarizmy memberi gambaran secara klasifikatoris antara pengetahuan yang berasal dari Arab dan berasal dari luar Arab yang dikembangkan dalam cakrawala intelektual Islam pada masa itu.
e.       Menurut Al-Ghazali
Dalam karya besarnya Ihya’ Ulumuddin, keilmuan dibagi menjadi dua macam, yaitu: pengetahuan agama dan pengetahuan non agama. Pengetahuan agama adalah pengetahuan yang diperoleh dari para nabi dan tidak dapat ditunjuk dengan rasio (akal). Seperti ilmu hitung dan tidak dapat dieksperimentasikan semacam ilmu kedokteran, juga tidak dapat diterima secara akustik, seperti ilmu bahasa. Sedangkan ilmu pengetahuan non agama terbagi menjadi tiga macam yaitu ilmu yang terpuji, ilmu yang tercela, dan ilmu yang diperbolehkan.
f.       Menurut Khaldun (808 H)
Dalam buku “Mukaddimah”, Khaldun mengklasifikasi pengetahuan menjadi dua. Yaitu Ulum hukmiyah, yaitu pengetahuan yang alamiah bagi manusia yang diperoleh melalui potensi penalarannya. Dan pengetahuan Naqliyah Wadh’iyah, yaitu pengetahuan yang seluruhnya didasarkan pada informasi dari Tuhan.
Pada hakekatnya ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: imu agama (ulumuddin) dan ilmu non agama. Islam tidak mengenal pemisah antara ilmu agama dan ilmu yang bukan agama karena pada dasarnya menuntut ilmu adalah kewajiban semua orang terlepas dari apakah itu ilmu agama atau bukan agama. Kita harus tetapi ingat, bahwa ilmu agama merupakan ilmu yang menjadi landasan segala cabang ilmu.
Teknologi adalah aplikasi dari prinsip-prinsip keilmuan, sehingga menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia. Teknologi dapat memberi dampak positif dan juga negatif. Berbagai pengetahuan dapat kita peroleh dengan sangat cepat. Sehingga kita dapat menambah wawasan yang kita miliki. Dan juga sebalinya, perkembangan teknologi justru dapat merusak generasi-generasi pemuda penerus bangsa jika perkembangan ini tidak dapat digunakan secara benar. 
Seni Islam adalah segala hasil daya cipta, buah pikiran dari kaum muslim untuk menghasilkan sesuatu yang indah. Seni Islam  dapat juga diberi batasan sebagai suatu seni yang dihasilkan oleh seniman muslim. Kesenian Islam bertujuan untuk menggambarkan sikap pengabdian kepada ajaran atau petunjuk Islam, dan cirri-cirinya adalah seni yang yang mengungkapkan sikap pengabdian kepada AllahSumber pengetahuan pada hakekatnya adlaah Allah SWT. Karena Dialah yang memberikan berbagai macam pengetahuan kepada manusia. Dalam perkembangannya, manusia banyak belajar dan memperoleh pengetahuan dari proses pemikirannya dengan melihat berbagai fenomena lingkungan dan alam sekitarnya. Oleh karena itu dalam pemikiran Islam, terdapat tiga sumber ilmu, yaitu wahyu, akal, serta pengalaman manusia. Ilmu yang berasal dari wahyu bersifat abadi, mutlak, dan berfungsi sebagai pedoman hidup manusia, sedangkan ilmu yang berasal dari akal ataupun pengalaman manusia itu bersifat perolehan, relative dan berfungsi sebagai sarana dalam kehidupan manusia. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akalnya dengan catatan dalam pengembangannya tetapi terikat dengan wahyu dan tidak bertentangan dengan syari’at
Integrasi Iman, Ilmu, dan Amal sebagai Satu Kesatuan
Iman adalah kepercayaan terhadap wujud Zat yang Maha Mutlak yang menjadi tujuan hidup manusia. Iman merupakan potensi dasar yang harus dikembangakan dan pengembangannya adalah dalam bentuk amal. Iman tanpa amal sama dengan potensi yang tak dikembangkan. Supaya perkembangan iman bermakna maka diperlukan ilmu. Ilmu merupakan motor penggerak untuk majunya Islam. Iman adalah kendali yang mengarahkan motor tadi supaya mencapai tujuan. Iman tidak akan bisa dipisahkan oleh ilmu.
Islam melihat bahwa IPTEKS dan agama adalah sesuatu yang memiliki kaitan. Sains tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan. Agama menjadi landasan segala perilaku manusia termasuk di dalamna sains dan teknologi. Islam melihat sains sebgai suatu hal yang sangat penting karena dengan sains dan teknologi manusia akan dapat:
1.      Mengenal Tuhannya
2.      Menegakkan hakikat kebenaran
3.      Membawa manusia kepada sikap tafakkur dan berfikir
4.      Membantu manusia memenuhi keperluan material untuk kehidupannya
5.      Membantu manusia dalam melaksanakan syariat
6.      Menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam.
Perbuatan baik seseorang tidak akan bernilai amal shaleh apabila perbuatan tersebut tidak dibagun di atas landasan iman dan takwa. Sama halnya dengan pengembangan ipteks yang lepas dari keimanan dan ketakwaan, tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia dan alam lingkungannya. Apabila IPTEKS tidak dikembangkan di atas dasar iman, maka akan timbul kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan umat manusia.
Komitmen Islam terhadap Ilmu Pengetahuan
            Selain diperintahkan oleh Rasulullah SAW agar ilmu pengetahuan dan teknologi di cari kapan saja(sejak manusia lahir sampai meninggal dunia) dan dimana saja(sekalipun di Negara cina dan dinyatakan hukumnya wajib bagi setiap manusia yang mengaku beragama islam, ayat pertama-tama diturunkan kepada rasulullah menyangkut perintah untuk selalu membaca tertera di dalam Q.S Al-AL-ALAQ,96:1-5.
            Baik dalam tinjauan normatif maupun tinjauan histories islam sebenarnya merupakan suatu agama yang strategis untuk dujadikan paradigma bagi IPTEK
            DAlam alquran kata ilmu disebut sebanyak 105 kali.Alquran yang merupakan pegangan normative bagi umat islam di dalamnya penuh dengan muatan-muatan yang bersifat dokmatis agar umat islam senantiasa hidup berkemajuan dengan IPTEK.
            Menurut perhitungan Muhammad Ijazul khatib dari universiatas damaskus sekitar 700 ayat  atau hampir seperdelapan dari seluruh isi alquran menegur orang-orang mukmin untuk mempelajari alam semesta untuk berfikir dan untuk menjadikan kegiatan ilmiah sebagai suatu yang tak terpisahkan dari kegiatan integral umat dari data itu dapat diduga bahwa munculnya obsesi terbesar antara agama dan IPTEK terjadi pada  agama islam.
            Baik alquran maupun assunah memang tidak pernah menjabarkan secara detail metode-metode IPTEK serta seluk beluknya..Hal tersebut dimaksudkan agar manusia mau berusaha untuk mencarinya dengan menggunakan kekuatan akal semaksimal mungkin sesuai dengan perkembangan yang terjadi,terlebih tingkat perkembangan intelektualitas manusia kian lama kian berkembang perubahan ini merupakan proses kreatifitas dari manusia itu sendiri.            Adapun dari konteks histories dapat dilacak pada lateratur literature modern bahwa pada masa silam umat islam pernah berabad-abat memelopori hukum fisika, ilmu alam, ilmu falaq, dan metode-metode eksperimen lainnya. Mereka memyadari bahwa jagad raya dan isinya dibentangkan oleh allah merupakan fasilitas yang harus dimanfaatkan dan untuk melakukannya dibutuhkan seperangkat teknologi pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan, tekstil, kedokteran, farmasi, arsitektur, informasi dan lainnya.          George Sarton mengadakan pemetaan prestasi di bidang IPTEK ke dalam beberapa periode dan pada tiap-tiap priode yang berjangka kurang lebih setengah abad  loeh sarton dinilai sangat berpengaruh bagi perkembangan IPTEK di era berikutnya.Menurut Sarton-450 SM merupakan zaman plato ,kemudian diikuti dengan aristoteles,eucid,Archimedes,plotomeus dan seterusnya dari tahun 600-700 M merupakan abad kejayaan cina dengan tokohnya Hsin tsang dan i-cing dari tahun 750-110 M oleh saron disebu zaman kejayaan islam yang berasal dari jazirah islam(arab,turki,Persia,spanyol.rusia)mereka antara lain ibnu Hain.
Setelah tahun 1100 barulah muncul nama-nam ilmuan barat yang pertama diwakili oleh Roger bacon.namun kehormatan ini pun masih harus dibagi selama 350 tahun berikutnya dengan yokoh-tokoh seperti ibnu Rush.
            Jadi sebelum setengah abad tahun 1100 dan dua setengah abad setelah tahun 1100 atau totalnya 6 abad Intelektual muslim memainkan peran dominan dalam mengembangkan iptek.
            Perkembangan IPTEK di dunia islam menurut harun nasution di dahului penerjemah buku yunani kedalam bahasa arab yang berpusat di Bayt Alhikmah,Bagdad ilmu-ilmu yang di cakup dalam gerakan penerjemah ini adalah ilmukedokteran,matematika,fisika,mekanika,botanika,optika,ostronomi,disamping filsafat adapun karya-karya yang diterjemahkan adalah dari galinos,hipocrates dll.buku-buku dipelajari oleh ulama-ulama island dan pengembangan di bawah pengaruh khalifah-khalifah abbas antara lain ilmu hitung,ilmu ukur,ilmu aljabar .     Cendikiawan dan ulama islam pada masa silam bukan hanya menguasai ilmu dan filsafat yang mereka peroleh dari peradaban yunani klasik itu melainkan mereka kembangkan dan tambahan dari hasil-hasil penyelidikan mereka sendiri dalam lapangan ilmu penetahuan dan hasil-hasil pemikiran mereka dalam lapangan filsafat.dengan demikian timbullah ilmuan dan filosof islam disamping ulama dalam ilmu agama untuk mengembangkan ilmu-ilmu itu didirikan universitas-universitas yang termashur diantaranya universitas Cordoba di andalus (spanyol islam).
            Tujuh factor yang menjadi pendorong bagi kemajuan IPTEK di dunia islam pada abad yang lalu, antara lain:
1.      kesatuan agama dan budaya agama islam
2.      arabisasi dan peranan bahasa arab
3.      akademi, sekolah, observasi, dan perpustakaan
4.      kebijakan Negara tentang pengembangan IPTEK
5.      Perlindungan Negara sangat jelas terhadap para ilmuan dan para insinyur
6.      Penelitian, eksperimen dan penemuan baru
7.      Perdagangan internasional

0 komentar:

Poskan Komentar