Pages

Minggu, 31 Maret 2013

YANBU'UL QUR'AN (JAWA TENGAH)


Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an (PTYQ Dewasa) merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal di bawah naungan Yayasan Arwaniyah. Lembaga pendidikan yang berupa pesantren salaf ini menitiktekankan pada pengajaran Al Qur’an, yaitu meliputi tahsin (pembenaran bacaan), tahfidh (hafalan) dan qiro’ah sab’ah.
PTYQ dewasa atau yang biasa disebut PTYQ pusat, terletak kurang lebih 1,5 km dari pusat kota Kudus dan tidak jauh dari kompleks makam Sunan Kudus. Tepatnya berlokasi di Jl. KH.M Arwani, kelurahan kajeksan, Kudus.
Cikal bakal pesantren ini berawal dari pengajian yang diampu oleh KH. M. Arwani Amin yang telah dimulai sejak tahun 1942 di masjid Kenepan. Di Masjid ini beliau menerima para santri yang ingin belajar Al Qur’an baik bin nadhor maupun bil ghoib. Pengajian ini sempat terhenti pada rentang waktu antara tahun 1947 s.d 1957 disebabkan kesibukan beliau menuntut ilmu Thariqoh di pesantren Popongan, Solo. Setelah tahun 1957 pengajian itu pun kembali berlanjut. Pada th 1962, KH. M. Arwani menempati sebuah rumah baru di kelurahan Kajeksan, maka tempat pengajian pun turut dipindahkan tak jauh dari rumah beliau yang baru yaitu di masjid Busyro latif.
Seiring berjalannya waktu, santri yang belajar pada beliau semakin bertambah. Beliau pun berniat untuk mendirikan sebuah pesantren untuk menampung para santri agar mereka bisa lebih mudah dalam belajar. Akhirnya pada tahun 1973 didirikanlah sebuah pesantren Al Qur’an yang diberi nama “Yanbu’ul Qur’an”. Nama Yanbu’ul Qur’an yang berarti mata air (sumber) Al Qur’an dipilih oleh KH. M. Arwani sendiri yang dipetik dari Al Qur’an Surat Al Isra’ ayat 90. Dengan nama tersebut diharapkan PTYQ bisa benar-benar menjadi sumber ilmu Al Qur’an.
Paling tidak ada empat tujuan pokok didirikannya PTYQ saat itu, pertama, menyediakan pemukiman bagi para santri yang ingin belajar dan menghafal Al Qur’an. Kedua, memudahkan kontrol kepada para santri dan memperlancar keberlangsungan proses belajar mengajar. Ketiga, menjaga kemurnian Al Qur’an. Dan keempat, turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pada tanggal 1 Oktober 1994 KH. M. Arwani berpulang ke rahmatullah. Sepeninggal beliau pengelolaan pesantren dilanjutkan oleh putra-putra beliau, KH. M. Ulin Nuha Arwani dan KH. M. Ulil Albab Arwani, serta seorang murid kesayangan beliau yaitu KH. Muhammad Mansur Maskan (alm).
Saat ini terdapat kurang lebih 200 orang santri putra yang belajar di pesantren ini. Mereka datang dari berbagai kota dan dengan latar pendidikan yang berbeda-beda. Untuk menjadi santri di PTYQ dewasa, pendidikan minimal calon santri adalah lulusan SLTP/Mts atau yang sederajat. Mereka juga harus mengikuti tes masuk terlebih dahulu berupa tes lisan, tulisan dan praktek membaca Al Qur’an. Pendaftaran setiap tahunnya dibuka pada bulan Syawal (tanggal 11-25) dan kegiatan belajar mengajar bagi santri baru dimulai pada awal bulan Dzulqo’dah.
PTYQ juga membuka kesempatan bagi santri-santri dari pesantren lain untuk belajar Al Qur’an. Setiap bulan Ramadhan, PTYQ menerima santri puasanan dan mengadakan kelas makhroj bagi mereka selama tujuh belas hari yaitu tanggal 1 hingga 17 RamadhaN

1 komentar:

Posting Komentar